Portal Berita dan Informasi Mahasiswa BSI | Persma BSI logo

Networking Cisco: Aturan dalam menentukan Network ID dan Broadcast ID

By Danang Wahyudi on Monday, 28th December 2009 Networking Cisco: Aturan dalam menentukan Network ID dan Broadcast ID thumbnail

Aturan dalam menentukan Network ID dan Broadcast ID ini sangatlah penting, karena dalam materi CCNA aturan ini akan selalu dipakai. Jadi harus di ingat terus, dengan Network ID dan Broadcast ID nanti kita dapat mengetahui valid host yang dapat di pakai oleh user, kita juga dapat mengetahui First IP dan Last IP dari sebuah Network. First IP dan Last IP nanti akan sangat berguna pada saat konfigurasi Routing Protokol.

1. Aturan dalam Network ID (NID)
Salah satu fungsi Router adalah menggabungkan 2 atau lebih network ID, Network ID ( Identitas Jaringan) adalah sebuah alamat (network prefix) yang dijadikan sebagai identitas dari suatu jaringan. Yang sering menjadi masalah tentunya dalam menentukan Network ID tersebut. Permasalahan ini sering ditemukan pada saat melakukan konfigurasi Routing. Baik itu static routing maupun pada dynamic routing. Dimana pada perintah static routing maupun dynamic routing diharuskan menyebutkan Network ID (Network Prefix).
Berikut ini adalah aturan untuk menentukan Network ID:
1. Jika bit Subnet Mask= 1 (satu), maka bit dari Network ID disamakan dengan bit dari IP
2. Jika bit Subnet Mask= 0 (nol), maka bit dari Network ID dijadikan 0 (nol)

Contoh:
IP = 192.168.1.10/24
Untuk menentukan Network ID, kita harus tau Subnet Mask baru. Uraikan IP tersebut dalam bilangan binner.
IP = 11000000 . 10101000 . 00000001 . 00001010
Subnet Mask = 11111111 . 11111111 . 11111111. . 00000000
______________________________________________
Network ID = 11000000. 10101000 . 00000001 . 00000000
= 192 . 168 . 1 . 0

2. Aturan Broadcast ID (BID)
Berikut ini adalah aturan untuk menentukan Broadcast ID:
1. Jika bit Subnet Mask= 1 (satu), maka bit dari Network ID disamakan dengan bit dari IP
2. Jika bit Subnet Mask= 0 (nol), maka bit dari Network ID dijadikan 1 (satu)

Contoh:
IP = 192.168.1.10/24
Untuk menentukan Network ID, kita harus tau Subnet Mask baru. Uraikan IP tersebut dalam bilangan binner.
IP = 11000000 . 10101000 . 00000001 . 00001010
Subnet Mask = 11111111 . 11111111 . 11111111. . 00000000
______________________________________________
Network ID = 11000000. 10101000 . 00000001 . 11111111
= 192 . 168 . 1 . 255

(Danang)

  • Share/Bookmark

Tags: , , ,


READERS COMMENTS (0)

RELATED NEWS

LATEST HEADLINES

Profil UKM BSI Teater Sapu Lidi thumbnail

Profil UKM BSI Teater Sapu Lidi

TEATER SAPU LIDI adalah sebuah UKM yang berdiri di kampus BSI kramat 18 sejak tahun 2001 hingga saat ini.TEATER SAPU LIDI sudah cukup terkenal karena sudah mampu membawa banyak kejuaraan.
BSI Career – Penandatangan Kerjasama (MOU) BSI dengan Dunia Industri thumbnail

BSI Career – Penandatangan Kerjasama (MOU) BSI dengan Dunia Industri

Bina Sarana Informatika (BSI) sebagai salah satu kampus terbesar yang meluluskan lebih dari 50 ribu mahasiswa setiap tahunnya menjawab tantangan dan persaiangan dunia kerja yang kompetitif dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ....
BSI Career 2010 thumbnail

BSI Career 2010

Tahun ini BSI Career kembali menyelenggarakan Event Akbar BSI Career Center dalam bentuk Pasar Kerj. Acara ini biasanya dilaksanakan Pasca Wisuda BSI dan Nusa Mandiri, Seperti tahun-tahun sebelumnya
Pemrograman Java : Membuat Aplikasi Klinik Menggunakan NetBeans thumbnail

Pemrograman Java : Membuat Aplikasi Klinik Menggunakan NetBeans

Penggunaan Radio Button, Check Box, Combo Box akan di terapkan pada contoh berikut ini
PR BSI Event – Berbagi dengan Karyamu thumbnail

PR BSI Event – Berbagi dengan Karyamu

Sebuah event amal yang bertajuk Lomba Menggambar tingkat Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Usia Dini (PUD) se-Jakarta serta Lelang Hasil Karya
Sandy di Utah, Amerika Serikat Kota dengan Internet Tercepat di Dunia thumbnail

Sandy di Utah, Amerika Serikat Kota dengan Internet Tercepat di Dunia

Kota Sandy di Utah, Amerika Serikat, yang dinilai sebagai kota yang memiliki kecepatan akses broadband tercepat di dunia dengan koneksi bandwidth rata-rata 33,4 Megabit per detik (Mbps).