Rumah yang kecil di luar kawasan pangerukan ini memang terkesan terisolir dari kawasan Musyawarah Besar IV IKBM BSI, panitia menyiapkan aula untuk rapat sidang komisi A dengan ukuran yang memperihatinkan untuk kapasitas peserta kurang lebih 43 peserta, 2 undangan, 2 peninjau dari 25 elemen mahasiswa yang terdiri atas MPM, BEM, SEMA, dan UKM . Dalam rapat sidang komisi A yang membahas draft usulan event bersama ini, hanya membahas 4 rancangan musyawarah tentang event bersama IKBM BSI.
Suasana Bogor yang waktu itu begitu dingin berubah menjadi sedikit hangat di awal pembukaan sidang dengan pembahasan pelatihan kader bersama dengan tujuan silaturahmi antar elemen ini diubah redaksionalnya menjadi Pelatihan dasar kemahasiswaan, dengan tujuan agar mahasiswa lebih dewasa dengan dibekali latihan kepemimpinan. Hal inilah yang menjadi panas suasana persidangan, jika dilihat suara peserta ini terpecah menjadi 3 bagian yakni pro, kontra, dan netral, dan ketika opsi ini menggelinding liar diantara peserta persidangan, maka pimpinan sidang, Hasan dari UKM Karate, wakil: bambang dari MPM, dan Mutia dari SEMA Cegkareng sebagi notulis memutuskan untuk menyetujui PDK ini untuk di disahkan dan diajukan dalam sidang paripurna. Namun ketukan palu ini menuai protes keras lembaga .
Interupsi lembaga dan pengaruh di forum.
Opsi PDK setelah disetujui oleh sidang komisi A membuat M. Gaus .B selaku inisiator PDK merasa senang karena upaya untuk membuka gagasan baru dalam MUBES IKBM menurutnya gagasan PDK yang ia angkat sudah seharusnya diterapkan oleh IKBM BSI agar senantiasa generasi yang berkesinambungan dan ia menekankan bahwa PDK mengacu pada Tri Darma Perguan tinggi, namun siapa sangka kalau putusan itu mesti dibahas kembali oleh karena interupsi salah satu peninjau, bapak Nandang Iriadi S.Kom selaku Staf Pudir 3 BSI. Ia menentang keras opsi yang diajukan Gaus mengenai PDK, karena menurutnya PDK konsep ini tidak berbeda dengan OSPEK yang sekarang ini dilarang keras untuk dilaksanakan oleh karena telah memakan korban jiwa. Mulai dari setelah interupsi yang dari pihak lembaga, terjadilah debat yang yang bersahabat, suasana pun mulai agak tidak kondusif, maka sidang di pending 15 menit untuk meredakan suasana.
Hal yang paling mengejutkan terjadi ketika rapat di buka kembali adalah pimpinan mengundurkan diri dari pimpinan sidang oleh karena tidak dapat memimpin sidang dengan baik, namun ketika di wawancara mengenai mundurnya ia sebagai pimpinan, ia mengatakan bahwa karena adanya himbauan dari lembaga. Selain itu peserta mengkritisi interupsi yang dilakukan peninjau karena melanggar tata tertib. Forum menyepakati untuk ditukar posisi dengan wakil ketua maka pimpinan pun berganti kepada Bambang dan pembahasan kembali mengenai PDK dilakukan. Hal ini menjadi ajang adu argument antar yang pro dan kontra terhadap PDK, maka terlihat suara yang mendukung opsi PDK ini agak berkurang. Adanya suara dari lembaga cukup berpengaruh merubah suara dalam forum, mereka yang mendukung memeperkuat apa yang akan disampaikan. PK pun memutuskan untuk opsi PDK tidak disetujui dan ini mengundang kekecewaan dikalangan yang ingin menggelar PDK dengan konsep dan system yang menjamin dari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
Tarik ulur PDK
PDK merupakan kajian yang paling menyita perhatian di kalangan komisi A, yang menarik adalah ini tidak hanya pembahasan antara mahsiswa yang pro dan kontra namun mahasiswa dengan lembaga, ketika berbincang dengan M.Gaus. B mengenai opsinya yang telah diketuk palu ia kecewa dengan pihak lembaga yang terlalu trauma dengan kejadian buruk yang pernah terjadi di BSI, selain itu menurut mahasiswa semester jurusan MI ini menegaskan bahawa PDK berbeda apa yang ada dalam stigma lembaga atau rekan-rekan mahasiswa yang memiliki pandangan berbeda karena PDK ini bisa dibuat dalam bentuk kekerasan “ibarat ibu pergi ke pasar, bukan hanya akan pergi belanja bisa jadi berdagang, dan lain halnya. Namun apaun argument yang disampaikan oleh mahasiswa kritis seperti Gaus yang ingin ada perubahan di kampusnya, lembaga tetap menentang keras apa yang di sampaikan mengenai PDK bahwa PDK itu hanya bagus diawalnya, namun digenerasi selanjutnya ini akan terjadi aksi balas dendam yang kebanyakan dilakukan senior terhadap junior, dan konsep PDK ini sudah terwakilkan dengan BSI merancang acara yakni ORMIK dan SEMINAR MOTIVASI.
Hasil bersama Sidang Komisi A
Pada hari kedua sidang lanjutan komisi A dihimpun pula event bersama yang ingin digelar oleh semua elemen BSI dan ini memungkinkan PDK masuk dalam poin yang disetujui, poin-poin yang disetujui dan merupakan hasil kesepakatan komisi A antara lain:
1. Kegiatan IKBM BSI untuk turut memeriahkan HUT BSI ormawa sebagai panitia
2. Pelibatan keikutsertaan elemen IKBM BSI dalam ORMIK dan Seminar Motivasi
3. Mengadakan sebuah kegiatan dibidang olahraga , seni, budaya, intelektual dan social dalam ruang lingkup seluruh mahasiswa BSI, dengan tujuan masyarakat luas pada umumnya dan mahasiswa BSI pada khususnya. (Adang)
Tags: bem bsi, IKBM BSI, Mubes IKBM BSI
![]() |
sebenarnya pdk itu tidak menjadi masalah apabila teknik pelaksanaannya tidak melanggar undang undang yang di canangkan pemerintah, mahsiswa bsi( ormawa ) pastinya tidak buta juga dengan UUD tersebut dan kalau di tinjau dari pengajuan pdk tersebut bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi anatara ormawa dan bagaimna mahasiswa baru dapat menganal ormawa di bsi
assalamu’alaykum Wr.Wb..
tuk rekan” semua,, saya sedikit mngkritisi tentang tulisan ini..
tapi sebelumnya mohon maaf,
di komisi bkn hannya membahas PDK to’..
tapi bnyak,
terima kasih
walaykumsalam Wr.Wb
(Presma BEM BSI)