Berpostur kecil, baby face, berkerudung dan berkacamata adalah sosok seorang Any Suryani mahasiswi Bina Sarana Informatika (BSI) jurusan Teknik Informatika yang kini duduk di semester III. Any yang akrab di sapa “An” ini adalah pribadi yang unggul dalam bidang akademik maupun non akademik, salah satu dari ribuan mahasiswa yang berhasil mendapat beasiswa dari kampus karena IPK yang cukup tinggi, ini adalah sebuah prestasi yang ia terus torehkan baru-baru ini.
Sebelumnya dara kelahiran jakarta 14 Juni 1989 menetapdi daerah asal orang tuanya di kuningan Jawa Barat. Di situlah Any kecil hingga tumbuh dewasa. Semasa kecilnya di sekolah ia telah memunculkan kebolehan mencetak nilai-nilai yang memuaskan menurut salah satu kakak kelasnya, sewaktu SD ia terus mencetak rangking. Sampai pada saat duduk di bangku SMP ia mulai mencoba aktif diluar pelajaran, ia mulai aktif dalam berorganisasi, seperti PKS (petugas keamanan sekolah), Pramuka, Paskibra dan organisasi-organisasi lainnya.. Memasuki dunia SMA Any berhasil masuk di sekolah negri yang bergengsi di daerah itu, ia berhasil lolos dalam ketatnya penyaringan calon siswa-siswi di sekolah tersebut, bukan karna tubuhnya yang kecil namun kapabilitasnya yang mumpuni untuk dapat duduk di sekolah yang konon tempatnya bibit-bibit unggul.
Di masa SMA inilah Any dewasa dengan kematangannya mencoba terus membuktikan kemampuan dalam dirinya mengembangkan dengan sungguh-sungguh dengan menjadi Ketua OSIS adalah bentuk pembuktian nilai semangat yang ia miliki, egalitarianisme atau pandangan bahwa manusia ditakdirkan sama sederajat nampak ia bangun dengan menjadi menduduki kursi kepemimpinanan, selain itu di usia dewasanya pun ia berkarir dalam dunia Broadcasting sebagai penyiar di salah satu stasiun radio swasta yang pada waktu itu ia di bayar RP 15000 per jam, untuk membawakan acara bertema kreasi anak sekolah, walaupun besar pasak dari pada tiang karna untuk berangkat ke studio ia memakai jasa ojek yang lumayan mahal, Any tetap menjalankan profesi yang menurutnya punya kepuasan khusus sebagai penyiar.
Any merupakan perempuan dengan tubuh kecilnya yang membuktikan bahwa ia tidak hanya mampu dalam pelajaran namun kekuasaan dan profesional pun ia jalani dengan tekun. Emansipasi terwakilkan oleh perempuan bernama any.
Belajar Mandiri
Setelah mengenyam penddikan SMA ia mempunyai impaian masuk Universitas Negeri, dan melalui UM ia mendapatkan kursi di universitas yang masuk pada 10 Universitas terbaik Indonesia, namun impian itu ia kubur dalam-dalam,mengingat biaya yang cukup besar dan pada waktu itu bersaman dengan kakaknya yang harus masuk kuliah dengan kepentingan untuk memenuhi persyaratan administrasi.
Ia pun memutuskan berangkat ke Pare, Kediri, Jawa Timur untuk mengasah bahasa inggris. selama delapan 8 bulan ia menyelesaikan program yang harusnya ia jalani selama setahun. .
Selesainya ia menjalani kehidupan di Jawa Timur ia tinggal di Jakarta, untuk mewujudkan cita-citanya sebagai IT . Di Jakarta any didik oleh ibunya untuk bisa mempertanggunga jawabkan dirinya sendiri, ia di bebankan sebuah rumah untuk dikelola sebagai kontrakan, dengan begitu ia gunakan untuk biaya kulih dan kehidupan sehari-hari.
Bentuk pendidikan yang di ajarkan oleh orang tuanya untuk untuk menjalani proses, berusaha dalam setiap apapun, tidak menjadikan mental cengeng yang berharap apapun tanpa usaha dan instant.
Filosofisnya adalah jangan memberikan ikan tapi berilah umpan agar ia senantiasa berusaha untuk mendapatkan apa yang diinginkan dengan begitu ia akan betanggung jawab terhadap kehidupannya sendiri.
Kemandirian inilah membentuk pribadi Any yang mudah adaptasi dan bertanggung jawab dengan apa yang di jalankan dan tentunya menjadikan pribadi Any menjadi mental yang tangguh, keras, maka ketika melihat sosok any akan terasa bukan seperti perempuan kebanyakan yakni lugu, kemayu, lembut gemulai ditambah pula ia memiliki karakter yang agak tomboy, namun feminisme ada dalam diri seorang Any, semua itu tergambar dengan, mudahnya ia menangis jika harus menunggu lama, bahkan ia akan mengeluarkan air mata ketika ia melihat pengemis yang memilukan atau kondisi ketimpangan sosial yang terjadi di jalanan. Namun ia akan pantang menangis depan orang lain. Menangis adalah bentuk ekspresi perempuan dan Any adalah perempuan.
Sekian banyak wanita yang mampu menjadi Inspirasi bagi kita, tak mentup kemungkinan seorang pria meneladani kepribadian wanita, karena proses menjadi diri yang lebih baik adalah dengan membuka mata dan melihat apa yang patut kita contoh untuk memperbaiki kekurangan diri sendiri.
Oleh : Adang Nur Muhammad Iskandar al-saddaf
Tags: Inspirator, mahasiswa bsi
![]() |